Sang Guru,PGRI Cenrana

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2011

permendiknas-sertifikasi guru

Permendiknas Nomor 11 Tahun 2011
Permendiknas Nomor 11 Tahun 2011 (ukuran file: 90 KB). Total Download : 63452
Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta tahun 2011
Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2011 (ukuran file: 919 KB). Total Download : 117552

Selasa, 28 Juni 2011

Asteroid Penting?

VIVAnews - Pada 27 Juni kemarin, sebuah asteroid yang diberi nama 2011MD baru saja melintas di dekat Bumi. Saat melintas, jaraknya jauh lebih dekat dibandingkan dengan jarak Bumi dengan Bulan.
Astronom dan ilmuwan dari seluruh dunia segera mengamati kehadiran asteroid tersebut. Seberapa pentingkah asteroid hingga mendapatkan demikian banyak perhatian?

Pihak Komite Pastikan Dana BOS Disunat

SUKARAJA, BE – Isu yang merebak adanya potongan ilegal 2,5 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh oknum tertentu di Dinas Pendidikan (Dispendik) Seluma makin mencuat. Ketua Komite Sekolah SMPN 7 Seluma, Mastawi memastikan kasus penyunatan BOS tersebut disinyalir 100 persen terjadi. Tak hanya itu, masing-masing sekolah yang mendapat bantuan mebler juga dimintai ‘setoran haram’ Rp 1 juta.

Minggu, 19 Juni 2011

Buang Saja PGRI !!! (???)

Tulisan di bawah ini aq kopas dari  http://suciptoardi.wordpress.com/
Aku tergelitik untuk memuatnya, bernapsu ada keiiginan untuk saling mengingatkan. Sadar karena Indonesia butuh guru yang mutlak harus 'lebih' tetapi bukan guru yang dimanfaati oleh oknum penguasa saja, misalnya ketika kampanye pemilu/pemilukada. Jangan guru, hanya menjadi bagian dari korban-korban picik oleh fihak manapun, sementara mereka merintih' karena nyaris sebagian guru honorer, misalnya, tak berkutik dengan system....berikut kopasnya :

Rabu, 15 Juni 2011

Kejujuran Siami

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Lukman Hakim Saifuddin, merasa tergugah dengan kejujuran Siami (38), ibu siswa SDN Gadel II, Tandes, Surabaya, Alif Ahmad Maulana (13). Siami mengungkap kecurangan yang terjadi saat ujian nasional 2011.
Menurut, Lukman, sosok Siami sebagai penyebar virus kejujuran yang harus dilindungi, karena dapat membawa inspirasi bagi masyarakat. "Kejujuran itu kan modal dasar dari karakter kita. Orang-orang seperti Bu Siami itu harus ditokohkan sebagai ibu kejujuran, supaya virus kejujuran itu semakin tersebar di masyarakat. Bukan malah dikucilkan lalu dipojokkan," ujar Lukman di Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (15/06/2011).
Ia menyebutkan, sikap masyarakat yang mengusir Siami merupakan ancaman besar untuk bangsa ini. Padahal MPR saat ini sedang menegakkan empat pilar penting dalam karakter bangsa yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Kejujuran termasuk dalam nilai penting dalam menegakkan empat pilar itu. Apalagi di tengah banyaknya kasus korupsi, yang condong dengan ketidakjujuran.
"MPR tidak hanya sekedar memberikan empati, simpati kepada Ibu Siami, tetapi ingin memberikan penghormatan dan apresiasi bahwa kejujuran seperti dia itu sesuatu yang mulia dan harus kita hormati," ucap Lukman Hakim Saifudin.

Selasa, 14 Juni 2011

Nasib guru dan tuntutan profesionalisme

Spirit NTT, 1-6 Desember 2008, Oleh Edy Firmansyah *

TAPI masalahnya bagaimana para guru dapat memenuhi standar profesionalisme seperti yang diharapkan masyarakat sementara nasib guru sendiri tak menentu? Bukan rahasia umum lagi yaitu gaji guru yang rendah. Dengan gaji yang kecil dari pemerintah itu, para guru dipaksa mengajar sembari memenuhi kebutuhan ekonomi yang kian melangit dan biaya pendidikan anak-anak mereka yang kian tak tersentuh
Nasib suram masih menyelimuti guru Indonesia. Buktinya tiap kali memperingati hari Guru

EKSISTENSI GURU DALAM DUNIA KEPENULISAN

Oleh Drs. DEDI DJUNAEDI

AKTIVITAS guru sehari-hari sebenarnya tidak lepas dari kegiatan tulis-menulis. Ketika melakukan persiapan mengajar, menyiapkan bahan ajar, menyiapkan soal ulangan, membuat laporan hasil ulangan, membuat catatan kemajuan belajar siswa, membuat program kegiatan di sekolah, membuat makalah kenaikan tingkat, semuanya berkaitan dengan kegiatan tulis-menulis. Dari kebiasaan tulis-menulis itu seorang guru dapat mengembangkan kemampuannya menulis hal-hal yang lebih luas tentang berbagai fenomena pendidikan di dalam maupun di luar sekolah. Di antaranya, menyangkut tugas profesi serta kinerja guru

Melawan Korupsi, Membangun Demokrasi di Sekolah



"Sekolah Harapan, Sekolah Bebas Korupsi" dan Diskusi "Melawan Korupsi, Membangun Demokrasi di Sekolah". Rabu, 9 Pebruari, Jam 1 Siang di Gedung A Lt.III, Kemendiknas. Narasumber : Fasli Jalal (Wakil Mendiknas), Teten Masduki (Sekjen TII), Ani Sutjipto (Fisip UI), Gino Vanollie (Kadis pendidikan Way Kanan), Ade Manadin (Kepsek Tegal Gede 2-Garut) : Informasi oleh Pak Edi Subkhan.
STRATEGI: Mengulangkan program lama (MBS dari tahun 1990an) yang sampai saat ini

Jumat, 10 Juni 2011

Pemerintah Harus Biayai Program Profesi Guru

JAKARTA - Biaya yang dibutuhkan dalam program profesi guru di Indonesia mencapai Rp20 juta per tahun. Beban tersebut seharusnya ditanggung pemerintah agar tercipta kemerataan akses pendidikan guru.
Menurut Anggota Komisi X DPR Rohmani, program profesi guru adalah investasi masa depan bangsa, dan negara harus bertanggung jawab. "Konstitusi mengatakan, 'Negara berkewajiban mencerdaskan segenap rakya

Kamis, 09 Juni 2011

Membangun Budaya Mutu Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

Evaluasi diri sekolah (EDS) bukanlah barang baru di sekolah, sebelumnya telah ada instrumen evaluasi diri yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional untuk kepentingan akreditasi sekolah, sebagai instrumen awal dalam menyiapkan sekolah mengikuti proses akreditasi. Evaluasi diri ini cenderung hanya sebatas instrumen yang diisi hanya pada saat akan akreditasi saja bukan merupakan instrumen sebagai bagian dari program perbaikan sekolah.
Program EDS yang dikembangkan kemendiknas saat ini merupakan program dalam memacu sekolah untuk memperbaiki diri dalam pemenuhan mutu pendidikan. Oleh karena itu EDS bersifat unik dan sangat privasi. EDS yang dimaksud adalah bentuk evaluasi terhadap kinerja sekolah untuk mengetahui kekurangan, posisi sekolah dalam pencapaian standar mutu pendidikan dan sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan sekolah (RKS).

Jalur Pendidikan

Apa yang dimaksud dengan jalur pendidikan informal, jalur pendidikan formal, dan jalur pendidikan non formal ?

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.
Pendidikan non formal
Pendidikan non formal meliputi pendidikan dasar, dan pendidikan lanjutan.
Pendidikan dasar mencangkup pendidikan keaksaraan dasar, pendidikan fungsional, dan keaksaraan lanjutan paling banyak ditemukan dalam pendidikan usia dini (PAUD), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), maupun pendidikan lanjut usia. Pemberabtasan Buta Aksara (PBA), serta program paket A (setara SD), paket B (setara SMP) adalah pendidikan dasar.
Pendidikan lanjutan meliputi program paket C (setara SMA), kursus, pendidikan Vokasi, latihan keterampilan lain baik di laksanakan secara terorganisasi maupun tidak terorganisasi.
Pendidikan Non Formal mengenal pula Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)sebagai pangkalan program yang dapat berada di dalam suatu kawasan setingkat atau lebih kecil dari kelurahan/desa. PKBM dalam istilah yang berlaku umum merupakan pendanaan dari Community Learning Center (CLC) yang menjadi bagian komponen dari community center.
Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkunganm berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Pendidikan formal seringkali disebut pendidikan persekolahan. Menurut UU No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, dinyatakan setiap warga negara di wajibkan mengikuti pendidikan formal minimal sampai tingkat SMP. Pendidikan non-formal sbagai mitra pendidikan formal untuk memperoleh guna terjun ke masyarakat. Sedangkan pendidikan informal sebagai suatu fase pendidikan yang berada di samping dan di dalam pendidikan formal dan non-formal yang sangat menunjang keduanya.

Komentar