Sang Guru,PGRI Cenrana

Sabtu, 11 Juni 2011

PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS AWAL SD


Oleh : Yuke Indrati
Dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu, dua, dan tiga dilaksanakan melalui pendekatan tematik. Hal ini sesuai dengan karakteristik anak di mana pada usia tersebut mereka masih berada pada rentangan usia dini. Masa ini merupakan masa yang pendek tetapi sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Pada masa ini tingkat perkembangan seorang anak umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antar konsep secara sederhana. Oleh karena itu, proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.
Dengan penerapan pembelajaran tematik belajar akan lebih bermakna karena anak mengalami apa yang dipelajarinya sehingga membantu siswa membangun kebermaknaan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui kaitan antar satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu, apa yang dipelajari akan lebih mudah diingat, dipahami, dan diolah serta digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. Hal ini sesuai dengan ciri khas pembelajaran tematik yaitu: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
Model pembelajaran tematik adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. Tema dalam pembelajaran ini berfungsi antara lain: memudahkan anak dalam memusatkan perhatian karena terpusat pada satu tema tertentu, anak dapat mengembangkan berbagai pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam satu tema, pemahaman terhadap materi pelajaran menjadi lebih mendalam dan berkesan, serta siswa lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
Selain itu, pembelajaran tematik ini memberikan beberapa keuntungan bagi guru antara lain: guru diberi kewenangan untuk menentukan dan memilih tema yang disesuaikan dengan karakteristik daerah setempat, dapat menghemat waktu karena beberapa mata pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkan sekaligus sehingga ada kelebihan waktu yang dapat digunakan untuk kegiatan remedial, serta pemantapan atau pengayaan.
Pelaksanaan pembelajaran tematik memerlukan adanya tahap persiapan/perencanaan dan tahap pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan adalah melakukan pemetaan SK dan KD, menentukan tema, membuat jaringan tema, dan menyusun silabus untuk setiap tema yang mencakup beberapa mata pelajaran dan penyusunan RPP. Pada tahap pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dengan pengaturan kegiatan harian yang terdiri dari kegiatan pembukaan yang dilaksanakan selama kurang lebih 1 jam pelajaran, kegiatan inti selama 3 jam pelajaran dan kegiatan penutup selama 1 jam pelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu memiliki satu tema sebagai alat pemersatu beberapa mata pelajaran, berpusat pada siswa, memberi kesempatan kepada anak untuk melihat langsung obyek yang sesungguhnya, melibatkan semua indera, menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.
Beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam peneapan pembelajaran tematik antara lain (1) Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan, (2) Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester pada kelas yang sama, (3) Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan, namun dapat dibelajarkan melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri, (4) Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral, (5) Setiap kegiatan pembelajaran hendaknya selalu mempergunakan alat peraga yang sesuai dengan tujuan, (6) Judul/nama tema maupun jumlah tema yang dipilih ditentukan oleh masing-masing sekolah, disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat, (7) Agar pelaksanaan dapat optimal, jumlah peserta didik disesuaikan dengan jumlah guru di kelas.
Dengan berbagai manfaat yang positif maka diharapkan penerapan pembelajaran tematik akan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar siswa dan dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak. (YUK/awe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar